Berbagai penemuan di bidang teknologi telah mendorong majunya infomasi
dan teknologi. Setelah James Watt menemukan mesin uap, maka Friedrich
Konig (orang Jerman) mengembangkan mesin cetak dengan tenaga. Kemudian
berkembanglah cetak-mencetak berbagai berita dan pesan dengan
menggunakan mesin ketik. Mesin ketik yang pertama kali dipatenkan adalah
rancangan tiga orang Amerika yaitu Christoper L. Sholes, Samuel Soule,
dan Carlos Glidden (1868).
Dunia elektronik semakin maju. Hal ini telah membuka babak baru bagi
kegiatan komunikasi. Hal ini dimulai tahun 1840 sewaktu F.B. Morse
menemukan telegram listrik. Sejak saat ini mulai komunikasi jarak jauh
dengan tepat. Tahun 1876 Alexander Graham Bell menemukan telepon. Tahun
1864 Clark Maxwell menemukan toeri bahwa gelombang elektromagnetik
dapat merambat dalam ruang hampa. Tahun 1895, Guilerino Marconi
menggabungkan pemenuan Maxwell dan hasil percobaan Hertz untuk
mengirimkan pesan melalui ruang hampa yang disebut telegram tanpa kabel,
yang kemudian dikenal dengan radio. Tahun 1906 bertepatan dengan malam
Natal sebagai pengganti pengiriman kode Morse, pemancar radio yang
pertama kali dibuat untuk menyiarkan lagu-lagu Natal. Berikutnya gambar
bergerak dan teknologi pemancar radio digabung, sehingga tercipta
televisi.
Vladimir K. Zworykin ahli fisika kelahiran Rusia telah mendemonstrasikan
televisi elektronik pertama kali pada tahun 1928. Teknologi informasi
komunikasi terus berkembang. Tahun 1960 ketika Echo I, berhasil menerima
gelombang radio dari bumi dan memancarkannya kembali ke bumi. Sejak itu
mulai diluncurkan satelit ke ruang angkasa. Dengan ini maka komunikasi
melalui satelit berkembang di dunia.
Sesuai dengan perkembangan teknologi , maka sistem informasi dan
komunikasi di Indonesia mengalami perkembangan pesat, apalagi yang
menyangkut komunikasi massa. Buku, surat kabar, majalah, siaran radio,
dan televisi merupakan media massa yang sangat populer. Sekalipun
demikian, alat tradisional berupa kentongan, kadang-kadang masih
digunakan.
Penerapan Iptek dalam pembangunan telah meningkatkan kehidupan
masyarakat dan memajukan kehidupan bangsa dan negara di berbagai sektor.
Namun harus disadari di balik semua itu ada dampak-dampak negatifnya
terhadap lingkungan hidup. Yang dimaksud lingkungan hidup dalam hal ini
adalah menyangkut lingkungan alam, lingkungan sosial dan budaya.
Lingkungan alam adalah segala kondisi alam baik yang organik maupun
anorganik (tumbuh-tumbuhan, binatang, air, tanah, batuan, udara, dan
lain-lain). Sedangkan lingkungan sosial adalah semua manusia yang ada di
sekitar, baik perorangan maupun kelompok ( misalnya keluarga, teman
sepermainan, tetangga, dan teman sekerja). Kemudian juga menyangkut
lingkungan budaya, yakni hal-hal yang berkaitan dengan karya cipta dan
hasil perbuatan atau tingkah laku manusia misalnya yang menyangkut
gagasan, norma, kepercayaan, adat istiadat, pakaian, rumah, dan
lain-lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar